DEMK

BANDUNG, multikampus.itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Temu Awal Semester pada Selasa (3/2/2026) di Aula Barat ITB. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyampaikan capaian kinerja institusi sekaligus menyatukan langkah sivitas akademika dalam menyongsong transformasi ITB 2025–2030 dan memotivasi sivitas akademika menyambut semester baru.

Dalam kesempatan ini, Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., didampingi jajaran wakil rektor memaparkan kinerja, capaian, serta rencana strategis 2026 dihadapan sekitar 1.000 sivitas akademika yang hadir, yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini dimoderatori Direktur Komunikasi dan Humas ITB, Dr. N. Nurlaela Arief, MBA., IAPR.

Dalam pemaparannya, Prof. Tata menyatakan bahwa transformasi ITB tidak dapat dilakukan dengan pola kerja seperti biasa (business as usual). Beliau mengajak seluruh unsur di ITB untuk bergerak bersama, memperkuat kolaborasi, dan membangun daya saing global secara berkelanjutan.

“Target ITB menuju peringkat 150 dunia pada 2030 membutuhkan perubahan cara pandang dan cara kerja baru. Kita harus berani bertransformasi, dari bekerja secara individual menjadi kekuatan kolektif yang saling menguatkan dengan prinsip Satu ITB,” ujar Rektor ITB.

Rektor memaparkan sejumlah capaian ITB dalam pemeringkatan internasional, termasuk posisi ITB pada QS World University Rankings dan THE World University Rankings, serta kinerja unggulan ITB di berbagai bidang ilmu pada pemeringkatan by subject. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk mendorong langkah ITB ke tingkat yang lebih tinggi melalui penguatan pendidikan, riset, inovasi, dan internasionalisasi.

Pada aspek pendidikan, ITB terus melakukan pembaruan regulasi dan inovasi pembelajaran, termasuk pengembangan program multidisiplin, program internasional, serta skema double degree. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas lulusan, memperluas jejaring global, dan memperkuat peran pendidikan pascasarjana sebagai fondasi universitas riset kelas dunia.

Di bidang riset dan inovasi, ITB mencatat peningkatan signifikan dalam publikasi internasional bereputasi, jumlah proposal riset, serta pendanaan eksternal. Rektor menekankan pentingnya hilirisasi hasil riset agar karya-karya ITB tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional.

Pada bidang komunikasi dan kemitraan, ITB terus memperkuat perannya sebagai institusi yang terbuka, kolaboratif, dan berdampak. Berbagai kanal komunikasi dikembangkan secara terintegrasi untuk mendukung diseminasi capaian institusi, penguatan reputasi global, serta keterlibatan pemangku kepentingan.

Di sisi alumni, ITB mengembangkan platform Satu Alumni ITB sebagai media satu pintu untuk layanan alumni, pengembangan jejaring profesional, serta peluang kontribusi. Tahap awal difokuskan pada verifikasi data dan penguatan profil profesional alumni, yang ke depan akan diperluas pada layanan dokumen akademik dan penguatan Dana Lestari ITB. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keterhubungan alumni dengan almamater serta membuka potensi kolaborasi strategis.

Rektor juga memaparkan kinerja keuangan ITB yang terus diarahkan pada prinsip disiplin fiskal, efisiensi, dan keberlanjutan. Transformasi pengelolaan anggaran dilakukan dengan memperhatikan tata kelola yang baik (good governance), restrukturisasi proses belanja, serta penguatan unit-unit usaha ITB.

Melalui entitas korporasi ITB, pendapatan dari konsultansi, pelatihan, solusi teknologi, komersialisasi riset, dan pengelolaan aset terus menunjukkan kontribusi positif. Selain itu, pengelolaan Dana Lestari ITB mengalami pertumbuhan yang konsisten, baik dari sisi nilai kelolaan maupun jumlah penerima manfaat, khususnya dalam mendukung program beasiswa bagi mahasiswa.

Pada aspek sumber daya manusia, ITB mencatat capaian positif dalam pemenuhan beban kerja dosen, sertifikasi nasional, serta peningkatan jumlah Guru Besar. Komposisi dosen berdasarkan jabatan akademik terus diperkuat untuk mendukung kualitas pembelajaran dan riset.

Selain dosen, pengembangan tenaga kependidikan juga menjadi perhatian, seiring dengan perbaikan tata kelola, penyusunan uraian jabatan, serta penguatan sistem pendukung kinerja. Berbagai peraturan dan prosedur operasional baru disusun dan disosialisasikan untuk mendorong profesionalisme, akuntabilitas, dan efektivitas kerja di seluruh unit.

“Seluruh langkah tersebut dirancang untuk mendukung visi ITB sebagai fourth generation university yang unggul dalam riset dan inovasi berdampak,” ungkapnya.

Menutup paparannya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika ITB untuk menjadikan Temu Awal Semester sebagai momentum konsolidasi dan penyelarasan langkah.

“Mari kita bertransformasi bersama untuk mewujudkan ITB 2030 sebagai universitas kelas dunia yang berkontribusi nyata bagi Indonesia dan masyarakat global, selamat menyambut semester II tahun akademik 2025/2026” tuturnya.