BANDUNG, multikampus.itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berstandar internasional melalui partisipasi dalam ASEAN English Leadership Forum 2026 yang berlangsung di Manila, Filipina, pada 3–7 Juni 2026. Pada forum tersebut, Kepala UPT Layanan Bahasa ITB, Lusia Marliana Nurani, hadir sebagai salah satu dari lima delegasi Indonesia yang berpartisipasi dalam forum kepemimpinan pendidikan tingkat ASEAN tersebut.
Keikutsertaan ITB dalam forum ini menjadi langkah strategis untuk mendukung pengembangan kurikulum internasional dan meningkatkan kualitas pembelajaran berbahasa Inggris di lingkungan akademik. Selain memperkuat posisi ITB sebagai mitra strategis Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat, partisipasi ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan tinggi di kawasan ASEAN.
Forum yang mempertemukan 34 pemimpin akademik dari 11 negara ASEAN tersebut menghadirkan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan tinggi, mulai dari pejabat kementerian pendidikan, pimpinan pusat bahasa perguruan tinggi, direktur akademik, dekan fakultas, hingga pengelola kurikulum yang bertanggung jawab atas implementasi English-Medium Instruction (EMI).
Selama lima hari kegiatan, peserta mengikuti berbagai sesi benchmarking di Philippine Normal University (PNU) dan University of Makati untuk mempelajari praktik internasionalisasi kurikulum, sistem penjaminan mutu, serta dukungan bahasa bagi program studi nonbahasa. Peserta juga memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran melalui kunjungan ke Microsoft Philippines yang menampilkan berbagai potensi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung pembelajaran istilah teknis dan pengembangan kompetensi bahasa.
Berbagai workshop yang diselenggarakan dalam forum ini berfokus pada pengembangan standar pengajaran berbasis EMI, pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung proses pembelajaran, serta penyusunan Institutional Leadership Playbook. Dokumen tersebut memuat panduan strategis yang mencakup evaluasi kesiapan program studi, standar pengajaran dalam bahasa Inggris, serta rencana implementasi pengembangan kurikulum selama 18 bulan ke depan di institusi masing-masing peserta.
Forum ini turut menghadirkan sejumlah pakar pendidikan internasional. Dr. Martha Bigelow dari University of Minnesota membahas desain kurikulum EMI dan strategi pengembangan kapasitas dosen dalam mengajar materi kompleks menggunakan bahasa Inggris. Sementara itu, Dr. Ethel Agnes Valenzuela, Ketua Dewan AI ASEAN, memaparkan integrasi kebijakan bahasa dan teknologi di Asia Tenggara serta peran AI dalam pembelajaran bahasa. Adapun Dr. Jennie Jocson, Direktur Eksekutif Teacher Education Council Filipina, membagikan perspektif mengenai reformasi dan internasionalisasi sistem pendidikan.
Melalui partisipasi dalam ASEAN English Leadership Forum 2026, ITB memperoleh berbagai praktik baik dan wawasan strategis yang dapat mendukung pengembangan International Undergraduate Program (IUP) serta program-program internasional lainnya. Keterlibatan ini diharapkan semakin memperkuat kapasitas ITB dalam menghadirkan pendidikan berkualitas global, memperluas jejaring kerja sama internasional, dan mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global.


