BANDUNG, multikampus.itb.ac.id – Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung terus menunjukkan peran aktif dan kepedulian dalam merespons bencana yang melanda wilayah Sumatra dan Aceh. Melalui kolaborasi lintas angkatan dan wilayah, alumni ITB bergerak cepat menyalurkan bantuan yang dibutuhkan masyarakat terdampak, bekerja sama dengan berbagai pihak melalui koordinasi ITB
Bertempat di Ruang Kreasi Bersama Alumni (RuKA ITB), Jalan Ganesha No. 17, dengan tuan rumah Prof. Dr.rer.nat. apt. Sophi Damayanti, S.Si., M.Si., Direktur Kealumnian dan Pengembangan Karier ITB, Dr. A. Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn., Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian dan Administrasi (WRKMAA) beserta tim, Ketua Umum IA ITB Agustin Peranginangin, Niknik Dewi Pramanik Ketua Komisariat IA93 beserta perwakilan IA.
Ketua Umum Ikatan Alumni ITB, Agustin Peranginangin, menyampaikan bahwa pengurus daerah IA ITB di Aceh dan Sumatra secara aktif telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dari donasi yang diterima memberikan pembaruan terkait penyaluran bantuan di lapangan. Bantuan tersebut telah direalisasikan dan disalurkan melalui ITB, mencakup dukungan yang bersifat jangka pendek maupun berkelanjutan, seperti penyediaan mesin penyuling air, pembangunan sumur bor, serta fasilitas pendukung lainnya yang dibutuhkan masyarakat pascabencana.
Apresiasi disampaikan oleh Prof. Sophi Damayanti, Direktur Ditlumnier yang menilai bahwa ikatan alumni bersama berbagai pihak bergerak cepat menginisiasi bantuan untuk bencana. Ia berharap langkah tersebut dapat menginspirasi dan diikuti oleh alumni ITB lainnya sehingga tercipta gerakan yang lebih luas, konsisten, dan berdampak jangka panjang.
Sementara itu, perwakilan alumni, Niknik Dewi Pramanik, menegaskan bahwa solidaritas alumni ITB terasa sangat kuat. Respons alumni dinilai sangat cepat dan penuh komitmen. Ia mengungkapkan bahwa besarnya dukungan dan kesiapsiagaan alumni dalam merespons situasi darurat ini bahkan melampaui ekspektasi awal, mencerminkan kepedulian kolektif dari alumni ITB.
Dr. A. Rikrik Kusmara, dalam sambutannya menyampaikan bahwa isu kebencanaan merupakan agenda penting yang perlu dikelola secara serius dan berkelanjutan. Menurutnya, kesiapan dan kedewasaan masyarakat dalam menghadapi bencana akan mengalami pergeseran yang sangat signifikan di masa depan. Karena itu, ITB bersama alumni perlu membangun model percepatan pembangunan dan penanganan bencana yang terstruktur. Bantuan dan inisiatif alumni perlu terus diceritakan dan didokumentasikan sebagai bagian dari narasi besar ITB dalam merespons tantangan kebencanaan saat ini dan ke depan, termasuk dengan menyiapkan ruang dan kanal bagi suara serta peran alumni.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Komisariat IA ITB 92, IA ITB 93, IA ITB 97, dan IA ITB 98, yang bersama-sama menegaskan komitmen alumni ITB untuk hadir, bergerak, dan berkontribusi bagi masyarakat terdampak bencana, sejalan dengan semangat keilmuan, kemanusiaan, dan pengabdian.



