Skip to main content

DEMK

BANDUNG, multikampus.itb.ac.id – Tim Mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (FTTM ITB) meraih 1st Runner-Up pada ajang Plan of Development Competition (PODC) IPFEST 2026. Tim ini beranggotakan Muhammad Daffa Juned, Muhammad Rizqi Ash Shiddiq, Nasywa Dwiammara, Dianeera Mahadewi, dan Arief Ramadhan. Dalam kompetisi tersebut, tim merancang Plan of Development (POD) yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi hidrokarbon, tetapi juga mempertimbangkan aspek keekonomian, keberlanjutan, dan kesiapan implementasi lapangan.

Gagasan utama tim adalah merancang skenario pengembangan lapangan migas yang seimbang antara aspek teknis, ekonomi, dan keberlanjutan. Melalui pendekatan ini, tim berupaya mengoptimalkan potensi reservoir, menjaga kelayakan proyek, serta mendukung pengembangan energi yang lebih rendah emisi dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Salah satu aspek penting dalam rancangan tersebut adalah evaluasi penyimpanan CO₂ bawah permukaan melalui konsep CCS/CCUS. Tim menekankan pentingnya evaluasi geomekanika untuk memastikan batuan bawah permukaan tetap aman saat diinjeksi CO₂ pada tekanan tinggi. Parameter seperti Poisson’s Ratio dan Young’s Modulus digunakan sebagai bagian dari analisis untuk mendukung pemodelan bawah permukaan.

Menurut tim, pengembangan lapangan migas saat ini tidak dapat lagi dilihat hanya dari sisi produksi. Setiap keputusan perlu mempertimbangkan risiko subsurface, kapasitas fasilitas, biaya investasi, batasan operasional, serta kontribusinya terhadap pengurangan emisi dan transisi energi.

“Inovasi kami menunjukkan bahwa pengembangan lapangan harus mengintegrasikan reservoir, drilling, production facilities, economics, dan sustainability,” ujar Muhammad Daffa Juned.

Dalam proses penyusunan karya, tim menerapkan pendekatan multidisiplin dengan membagi pekerjaan berdasarkan aspek subsurface, drilling, production facilities, economics, sustainability, dan risk management. Meski setiap anggota memiliki tanggung jawab utama, seluruh keputusan tetap disatukan agar menghasilkan rekomendasi yang konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi tim, pelajaran paling berkesan dari kompetisi ini adalah bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup. Seorang engineer juga perlu mampu berpikir sistematis, bekerja dalam tim, mengelola waktu, serta menyampaikan ide secara jelas dan meyakinkan.

Tim berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam bidang energi. Ke depan, tim ingin terus memperdalam pemahaman mengenai field development, reservoir engineering, facility planning, energy economics, sustainability, serta peran migas dalam mendukung transisi energi Indonesia.

“Kami percaya bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membentuk masa depan industri energi Indonesia yang lebih efisien, kompetitif, dan bertanggung jawab,” ujar Muhammad Daffa Juned.

Kunjungan Sekolah, MA Pembangunan UIN Jakarta, SMAIT An Nawawi Al Bantani Bogor, SMA Nahdhlatul Ulama 1 Gresik, SMA LTI IGM Palembang
JATINANGOR, multikampus.itb.ac.id – Pada hari Rabu, 7 Oktober 2026, sebanyak total 590 siswa dan 30 guru pendamping dari MA Pembangunan...
Baca Selengkapnya →
Tim Mahasiswa ITB Kembangkan Hidrogel Teh Hijau dan Postbiotik untuk Luka Kaki Diabetik
BANDUNG, multikampus.itb.ac.id — Lima mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan hidrogel berbasis ekstrak teh hijau dan postbiotik sebagai kandidat pembalut...
Baca Selengkapnya →