JATINANGOR, multikampus.itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) membekali mahasiswa baru program sarjana Tahun Akademik 2026/2027 dengan pemahaman mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK). Kegiatan sosialisasi tersebut diselenggarakan selama dua hari, yakni pada 12–13 Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian penerimaan mahasiswa baru ITB 2026.
Kegiatan hari pertama, Rabu (12/8/2026), diselenggarakan secara hybrid di Gedung Kuliah Umum (GKU)-2 lantai 3, ITB Kampus Jatinangor, dan diperuntukkan bagi mahasiswa baru program sarjana. Sementara itu, kegiatan hari kedua pada Kamis (13/8/2026) akan dilaksanakan secara daring dari Studio Multimedia Direktorat Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (Ditbangdik) ITB Kampus Ganesha dan diperuntukkan bagi mahasiswa baru program pascasarjana.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Direktur Eksekutif Multi Kampus ITB, Prof. Dr. Sri Maryati, S.T., M.I.P., yang diwakili oleh Kepala Seksi Humas dan Sistem Informasi Direktorat Eksekutif Multi Kampus, Ade Sumarna, S.I.P., serta Direktur Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. apt. Muhammad Insanudin, S.Si., M.Si. Sambutan tersebut menekankan pentingnya pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.
Materi pertama disampaikan oleh Koordinator Bidang Pencegahan Satgas PPK ITB, Dr. apt. Pratiwi Wikaningtyas, S.Farm., M.Si. Dalam pemaparannya, mahasiswa baru mendapatkan pengenalan mengenai Satgas PPK ITB serta upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Pembekalan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa untuk mengenali berbagai bentuk kekerasan, memahami pentingnya sikap saling menghormati, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi atau menemukan situasi kekerasan.
Selanjutnya, Ketua Satgas PPK ITB, Rr. Diah Asih Purwaningrum, S.T., M.T., Ph.D., memberikan pemaparan mengenai peran Satgas PPK dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Mahasiswa juga diperkenalkan pada pentingnya keberanian untuk melaporkan kejadian kekerasan serta dukungan yang dapat diberikan kepada pihak yang mengalami maupun mengetahui adanya kekerasan.
Sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Rumi Untari. Materi tersebut memberikan perspektif penanganan kekerasan dari sisi kepolisian, khususnya terkait perlindungan perempuan dan anak serta mekanisme penanganan perkara yang berkaitan dengan kekerasan. Kehadiran narasumber dari Polda Jawa Barat memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya mengenali kekerasan serta mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi kasus tersebut.
Rangkaian sosialisasi PPK ITB akan dilanjutkan pada hari kedua dengan sasaran mahasiswa baru program pascasarjana. Pelaksanaan secara daring di Studio Multimedia Ditbangdik ITB Kampus Ganesha memungkinkan materi sosialisasi menjangkau mahasiswa pascasarjana dari berbagai lokasi sekaligus memastikan pembekalan mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan diberikan secara menyeluruh kepada mahasiswa baru ITB.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut, ITB berupaya membangun pemahaman bersama di kalangan mahasiswa baru mengenai pentingnya menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Pembekalan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam menciptakan budaya kampus yang saling menghormati serta mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan ITB.





