BANDUNG, multikampus.itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universiti Selangor (UNISEL), Malaysia, resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) A, Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Bandung, Jumat (10/7/2026).
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen ITB dalam memperluas jejaring internasional sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi mahasiswa.
Ia menjelaskan bahwa mulai tahun akademik mendatang, ITB akan menerima lebih dari 1.000 mahasiswa pada program sarjana internasional yang tersebar di berbagai program studi. Seiring dengan berkembangnya program tersebut, ITB membutuhkan semakin banyak mitra perguruan tinggi di berbagai negara untuk mendukung mobilitas mahasiswa.
“Mahasiswa program sarjana internasional diwajibkan memiliki pengalaman belajar di luar negeri selama minimal satu semester. Karena itu, kami membutuhkan banyak mitra agar kesempatan tersebut dapat dinikmati oleh seluruh mahasiswa,” ujarnya.
Menurutnya, Malaysia menjadi salah satu mitra strategis bagi ITB, tidak hanya karena kedekatan geografis, tetapi juga karena biaya hidup yang relatif terjangkau serta kesamaan budaya yang dapat memudahkan proses adaptasi mahasiswa.
Lebih lanjut, Prof. Tatacipta berharap kerja sama ini dapat dikembangkan hingga tingkat fakultas maupun departemen melalui berbagai program pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, penelitian bersama, hingga pembimbingan bersama bagi mahasiswa pascasarjana.
Ia menekankan bahwa pengalaman internasional tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran di kelas, tetapi juga kesempatan memahami budaya dan membangun jejaring global.
“Bagi kami, mata kuliah dapat dipelajari di mana saja, tetapi memahami budaya harus dilakukan secara langsung di tempatnya. Pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun kolaborasi di masa depan, khususnya di kawasan ASEAN,” katanya.
Selain itu, ITB juga membuka peluang kolaborasi dalam berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya melalui program tematik yang melibatkan mahasiswa dalam mengidentifikasi permasalahan di masyarakat, merancang solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga mengimplementasikan solusi tersebut secara langsung di lapangan.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa internasional dalam program tersebut akan memberikan pengalaman lintas budaya yang semakin kaya sekaligus memperkuat pemahaman terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia.
Prof. Tatacipta berharap penandatanganan MoU ini menjadi awal dari berbagai kegiatan kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan melalui berbagai aktivitas bersama yang memberikan dampak bagi kedua universitas maupun masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, President and Vice Chancellor of Universiti Selangor, Prof. Emeritus Dato’ Hassan bin Basri, menyambut baik terjalinnya kerja sama dengan ITB. Ia menyatakan kesiapan UNISEL untuk menerima mahasiswa ITB dalam program pertukaran akademik sekaligus mengembangkan berbagai inisiatif kolaboratif lainnya.
Selain pertukaran mahasiswa, UNISEL juga membuka peluang kerja sama dalam penyelenggaraan joint degree, penunjukan external examiner bagi mahasiswa pascasarjana, serta penguatan kolaborasi penelitian yang melibatkan dosen dari kedua perguruan tinggi.
Ia menjelaskan bahwa Universiti Selangor merupakan perguruan tinggi milik Pemerintah Negeri Selangor, salah satu wilayah dengan kontribusi ekonomi terbesar di Malaysia. Dengan dukungan tersebut, UNISEL memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai kerja sama strategis di tingkat internasional.
Rektor UNISEL juga mengungkapkan bahwa hubungan akademik antara kedua institusi sebenarnya telah terjalin selama bertahun-tahun melalui kolaborasi antardosen, khususnya di bidang sains dan ilmu lingkungan. Penandatanganan MoU ini diharapkan semakin memperkuat hubungan tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
“Kami berharap penandatanganan MoU ini semakin memperkokoh hubungan antara Universiti Selangor dan ITB serta menjadi awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang bermanfaat bagi kedua institusi,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, ITB dan Universiti Selangor berkomitmen memperluas kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran sivitas akademika, serta berbagai program internasional lainnya sebagai upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan kawasan ASEAN.

