BANDUNG, multikampus.itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Sidang Terbuka Wisuda Ketiga Tahun Akademik 2025/2026 pada Kamis-Jumat (27-28/8/2026), di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Bandung. Pada periode ini, ITB meluluskan 2.874 wisudawan dari jenjang sarjana, magister, dan doktor.
Dalam sambutannya, Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan keluarga. Ia menegaskan bahwa kelulusan bukan akhir perjalanan, melainkan awal bagi para lulusan untuk menggunakan ilmu yang diperoleh dalam menjawab berbagai persoalan di masyarakat.
Menurut Rektor, setelah toga dilepas dan perayaan kelulusan berakhir, para lulusan akan berhadapan dengan pertanyaan yang lebih penting, yakni apa yang akan mereka lakukan dengan ilmu yang telah diperoleh.
Untuk itu, Rektor menitipkan lima pesan utama kepada para lulusan ITB: bersyukur melalui karya; menguasai teknologi tanpa kehilangan kemanusiaan; tidak takut memulai dari kecil; menjadi pemecah masalah dan membangun bersama; serta pergi sejauh-jauhnya tanpa lupa untuk pulang.
Pesan pertama yang disampaikan adalah agar lulusan menjadikan karya sebagai bentuk rasa syukur. Menurutnya, ilmu, keterampilan, gelar, jejaring, dan kesempatan yang dimiliki setelah menyelesaikan pendidikan merupakan karunia yang harus diwujudkan menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Syukur harus menjadi kerja. Syukur harus menjadi karya. Dan syukur harus menjadi manfaat,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa penguasaan ilmu bukan semata-mata hak atau keistimewaan, melainkan sebuah amanat. Karena itu, mereka yang memiliki kemampuan dalam teknologi diharapkan menggunakannya untuk menyelesaikan persoalan, mereka yang menguasai sains untuk menemukan pengetahuan baru, dan mereka yang memahami bisnis untuk menciptakan nilai serta kesempatan bagi orang lain.
Kuasai Teknologi, Jangan Kehilangan Kemanusiaan
Pesan berikutnya berkaitan dengan perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi yang semakin cepat. Rektor mendorong para lulusan ITB untuk tidak takut menghadapi perubahan tersebut, tetapi justru menguasai dan mengambil peran di dalamnya.
“Kita adalah ITB. Kita tidak dididik untuk sekadar menjadi penonton perubahan teknologi. Kita harus ikut menciptakan dan mengarahkannya,” katanya.
Namun, kemajuan teknologi perlu tetap berjalan bersama nilai kemanusiaan. Rektor mengingatkan bahwa teknologi dapat memperbesar kemampuan manusia, tetapi tidak memiliki nurani untuk menentukan apakah suatu keputusan adil maupun apakah sebuah kemajuan akan mengurangi atau justru memperbesar kesenjangan.
Karena itu, masa depan membutuhkan manusia yang tidak hanya memiliki ilmu dan kecerdasan, tetapi juga integritas, empati, dan kebijaksanaan.
Ribuan Lulusan, Beragam Capaian Akademik
Sidang Terbuka dibuka dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor ITB mengenai lulusan beserta predikat kelulusan Program Sarjana, Magister, dan Doktor untuk Wisuda Periode Agustus 2026. Surat keputusan tersebut dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc.
Berdasarkan laporan akademik, dari total 2.874 lulusan tersebut, sebanyak 2.068 orang merupakan lulusan Program Sarjana, 746 lulusan Program Magister, dan 60 lulusan Program Doktor.
Pada Program Sarjana, sebanyak 118 wisudawan memperoleh predikat Summa Cum Laude, 207 Magna Cum Laude, dan 547 Cum Laude. Sementara pada Program Magister, terdapat 171 lulusan Summa Cum Laude, 95 Magna Cum Laude, dan 111 Cum Laude. Adapun pada Program Doktor, 16 lulusan meraih predikat Summa Cum Laude, 5 Magna Cum Laude, dan 19 Cum Laude.
Agenda ini juga diisi oleh sesi inspirasi dari berbagai tokoh, seperti Mendiktisaintek RI, Brian Yuliarto; Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung; dan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo.



