BANDUNG, multikampus.itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) terus memperkuat sinergi kepemimpinan dan tata kelola sebagai bagian dari visi besar ITB 2030. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh unit kerja bergerak selaras dalam mendukung transformasi institusi.
Sebagai langkah strategis, ITB menyelenggarakan Konsinyering, Pembekalan, dan Workshop bagi Pimpinan Unit setingkat Direktur, Deputi Direktur, Sekretaris Badan, serta Kepala Subdirektorat, yang berlangsung pada Senin–Selasa (19-20/1/2026) di Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transformasi kelembagaan ITB menuju target peringkat 150 dunia pada tahun 2030.
Kegiatan tersebut melibatkan pimpinan Unit Kerja Pelaksana (UKP) di lingkungan ITB dan menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat kapasitas kepemimpinan, serta meningkatkan koordinasi lintas unit agar berjalan lebih efektif dan terarah.
Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi (WRKMAA) ITB, Dr. A. Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn., menyatakan bahwa transformasi ITB tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan harus dilakukan secara kolektif oleh seluruh elemen institusi.
“Transformasi ITB diharapkan terjadi bersama-sama. Kita perlu melihat bagaimana kemajuan yang telah dicapai selama hampir satu tahun ini, sejalan dengan pencapaian ITB yang telah diamanatkan oleh Majelis Wali Amanat (MWA) dan Senat Akademik (SA),” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta peningkatan reputasi ilmiah sebagai fondasi utama dalam memperkuat daya saing global ITB.
“Kolaborasi lintas sektor dan penguatan reputasi ilmiah menjadi faktor penting. Mari kita bersama-sama membawa ITB melangkah lebih maju,” ujarnya.
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan bahwa selama hampir satu tahun terakhir, seluruh elemen ITB telah bersama-sama menjalankan rencana strategis (renstra) institusi.
“Sejumlah capaian telah berhasil dilakukan oleh unit kerja dengan baik. Namun, tetap ada hal-hal yang perlu kita sinergikan lebih lanjut,” ungkapnya.
Rektor menekankan perlunya mempertajam fokus strategis, khususnya dalam upaya mencapai target peringkat 150 dunia. Menurutnya, agenda ini menjadi ruang penting untuk duduk bersama, mengidentifikasi tantangan, dan merumuskan solusi secara kolektif.
“Kita perlu melihat fokus-fokus apa yang harus dipertajam, sekaligus mendiskusikan kendala yang dihadapi. Dengan memahami permasalahannya, kita dapat bekerja lebih cepat, lebih sinergis, dan membangun kerja jangka panjang yang berdampak,” jelasnya.


