BANDUNG, multikampus.itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Program Orientasi Mahasiswa Asing Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Design Center, Gedung Center for Arts, Design and Language (CADL) ITB Kampus Ganesha, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sistem akademik, lingkungan kampus, serta kehidupan sosial dan budaya di ITB dan Kota Bandung kepada mahasiswa internasional yang akan menempuh studi di ITB.
Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB Dr. A. Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn., menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa internasional merupakan bagian penting dari upaya ITB membangun ekosistem akademik yang inklusif dan berdaya saing global. ITB berkomitmen menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mendorong kolaborasi lintas budaya dan disiplin ilmu.
“ITB tidak hanya menjadi tempat untuk meraih gelar akademik, tetapi juga komunitas pembelajaran yang menjunjung tinggi inovasi, kolaborasi, serta pertukaran budaya,” ujarnya.
Peran Mahasiswa Asing dalam Atmosfer Akademik ITB
Dr. Rikrik menekankan bahwa proses pembelajaran di ITB tidak hanya berlangsung di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga melalui interaksi sehari-hari, kolaborasi antarmahasiswa, serta keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan.
“Pembelajaran di ITB dibentuk melalui interaksi, kerja sama, dan pengalaman bersama mahasiswa dari latar belakang akademik dan budaya yang beragam,” katanya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Mobilitas Internasional ITB, Lia Amelia Tresna Wulan Asri, S.Si., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa mahasiswa asing perlu memahami sistem akademik ITB, regulasi keimigrasian, serta kehidupan sehari-hari di Kota Bandung untuk mendukung kelancaran studi.
“Pemahaman terhadap sistem akademik, aturan imigrasi, dan budaya lokal menjadi bagian penting dari proses adaptasi mahasiswa internasional selama belajar di ITB,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ITB menyediakan berbagai layanan pendukung, termasuk buddy program dan pendampingan dari International Relations Office, untuk membantu mahasiswa asing beradaptasi secara akademik maupun sosial.
Antusiasme Mahasiswa Asing Mengikuti Orientasi
Dalam rangkaian kegiatan orientasi, mahasiswa internasional mengikuti sesi perkenalan interaktif untuk berbagi latar belakang studi dan kesan awal selama berada di ITB dan Kota Bandung. Seorang mahasiswa asal India, Kavneer, yang mengikuti program Desain dan Seni FSRD menyampaikan antusiasmenya untuk mengenal Indonesia dan lingkungan kampus ITB. “Saya sangat bersemangat untuk mengeksplorasi Indonesia dan menjalani studi di ITB. Ini pengalaman baru yang sangat menarik bagi saya,” ujarnya.
Mahasiswa lain asal Prancis yang menempuh studi Teknik Dirgantara di ITB turut menyampaikan kesannya terhadap suasana kampus dan lingkungan Kota Bandung. “Lingkungan kampus ITB sangat menarik dan cuaca di Bandung terasa berbeda dibandingkan tempat saya belajar sebelumnya,” katanya.
Melalui program orientasi ini, ITB berharap mahasiswa internasional dapat memperoleh pengalaman akademik serta kultural yang bermakna selama menempuh pendidikan di ITB.



