BANDUNG, multikampus.itb.ac.id – Program Studi Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) terus meneguhkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan dan riset melalui kehadiran gedung baru Labtek XV. Pada momentum Pulang Kampus 2026, Sabtu (20/6/2026), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB juga meresmikan Ruang Inspirasi Alumni, sebuah ruang yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga simbol penghubung antara sejarah dan masa depan.
Direktur Kealumnian dan Pengembangan Karier ITB, Prof. Dr.rer.nat. apt. Shopi Damayanti berharap agar alumni dapat terus memberikan kontribusi kembali kepada almamater, khususnya dalam membantu mahasiswa melalui berbagai bentuk dukungan dan kolaborasi.
Sementara itu, Dekan FMIPA ITB, Aep Patah, Ph.D. menyampaikan bahwa kehadiran Ruang Inspirasi Alumni menjadi langkah penting dalam memperkuat ikatan antara ITB, FMIPA, dan alumni. Menurutnya, alumni merupakan salah satu sumber kekuatan penting dalam mendorong kemajuan institusi.
“Tanpa kontribusi alumni, perkembangan institusi tentu tidak akan mengalami perubahan yang signifikan. Kehadiran ruang ini diharapkan dapat membuka jalan bagi sinergi yang semakin kuat antara alumni dan kampus,” ujarnya.
Adapun perwakilan Ikatan Alumni Matematika, Dr. Wahyu T. Setyobudi, mengatakan pentingnya membangun keterikatan alumni agar tetap terhubung dan kembali berkontribusi kepada institusi. Ia menyampaikan, peluncuran Ruang Inspirasi Alumni bukan sekadar menghadirkan ruang fisik, tetapi satu paket dengan program kegiatan yang terus dikembangkan.
Sementara itu, perwakilan Ikatan Alumni Kimia, Indra Rinaldi, menekankan pentingnya peran FMIPA sebagai fondasi ilmu pengetahuan. Ia menyampaikan bahwa perkembangan ilmu dasar memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan sektor industri.
“FMIPA sebagai basic science merupakan hulu dari ilmu pengetahuan. Ketika bagian hulunya berkembang dengan baik, maka sektor hilir, termasuk industri, juga akan ikut berkembang. Saya berharap ruang ini dapat menjadi tempat bagi alumni untuk berkolaborasi, berbagi pengalaman, dan memberikan inspirasi,” ujarnya.
Ruang Inspirasi Alumni memiliki nilai historis tersendiri. Saat pembangunan Labtek XV dilakukan, pemerintah memberikan apresiasi atas keberadaan gedung kimia lama sebelumnya dengan menghadirkan ruang khusus yang kini menjadi Ruang Inspirasi Alumni. Material bangunan yang digunakan berasal dari sisa material gedung kimia lama sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perkembangan keilmuan di lingkungan Kimia ITB. Selain itu, beberapa dokumentasi foto yang dipajang di dalam ruangan merupakan arsip yang diambil sebelum gedung kimia lama dibongkar dan dipindahkan ke kawasan Labtek I (Mektan) sebagai laboratorium sementara.
Setelah prosesi peresmian, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tur program studi. Alumni berkesempatan mengunjungi lingkungan Program Studi Kimia dan mengenang kembali masa-masa perkuliahan mereka dulu. Selain itu, alumni mengunjungi laboratorium pendidikan serta kawasan Labtek XV ITB sebagai gedung kimia baru. Di Labtek XV, alumni diajak melihat berbagai fasilitas laboratorium terbaru yang direncanakan akan mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian Kimia ITB ke depannya.
Pulang Kampus Alumni Kimia, Menyusuri Kenangan dan Menatap Masa Depan
Rangkaian kegiatan Pulang Kampus juga menjadi momen nostalgia bagi alumni lintas angkatan. Mereka berkesempatan mengunjungi kembali lingkungan Program Studi Kimia, termasuk ruang kelas 2104 yang dahulu dikenal sebagai perpustakaan dan laboratorium pendidikan yang menyimpan banyak kenangan praktikum semasa kuliah.
Indra Rinaldi, alumni Kimia angkatan 1999, mengenang masa studinya di bidang biokimia di bawah bimbingan almarhum Drs. Sarwono Hadi. Menurutnya, meskipun kini hadir dengan sentuhan yang lebih modern, kampus masih mempertahankan karakter arsitektur khas ITB. Ia juga berpesan agar mahasiswa Kimia saat ini mampu menjembatani ilmu dasar dengan kebutuhan industri sehingga kontribusi yang diberikan dapat semakin nyata.
Pandangan serupa disampaikan oleh Yudi, alumni Kimia angkatan 1996. Ia menilai kehadiran Ruang Inspirasi Alumni sebagai langkah yang sangat baik dan berharap Program Studi Kimia semakin berkembang, semakin solid, serta para alumninya dapat memberikan kontribusi yang lebih besar pada masa depan.
Sementara itu, alumni Kimia angkatan 1997, Indra Jaya, menyoroti pentingnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dalam mendukung perkembangan ilmu kimia. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat mempercepat kemajuan keilmuan sehingga kimia tidak lagi dipandang hanya sebatas aktivitas laboratorium, melainkan hadir di berbagai bidang kehidupan.
Alumni senior Kimia angkatan 1972, Dr. Barnas Holil, juga mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai ruang bagi alumni untuk kembali berkumpul dan menjaga kedekatan dengan almamater. Ia berharap ke depan ilmu kimia semakin dekat dengan masyarakat dan dipandang sebagai ilmu yang menyenangkan serta relevan dengan berbagai sektor kehidupan.
Melalui kehadiran Labtek XV dan Ruang Inspirasi Alumni, Kimia ITB tidak hanya menghadirkan fasilitas baru untuk mendukung pendidikan dan penelitian, tetapi juga merawat memori kolektif para alumninya. Perpaduan antara sejarah, kolaborasi, dan inovasi tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pengembangan Kimia ITB di masa mendatang.





