JAKARTA, multicampus.itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui keikutsertaan pada Program Ekspedisi Patriot 2026 yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. Sebanyak 144 sivitas akademika ITB secara resmi dilepas untuk mengikuti penugasan dalam Program Ekspedisi Patriot pada Rabu (30/7/2026) di Balai Kartini, Jakarta.
Prosesi pelepasan merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot yang berlangsung selama dua hari, pada 29–30 Juli 2026, di Balai Kartini, Jakarta. Sebelum mengikuti kegiatan tersebut, seluruh peserta dari ITB telah menjalani pembekalan dan pelatihan dasar di Bogor sebagai bekal untuk menghadapi penugasan di berbagai wilayah Indonesia.
Pelepasan peserta dilakukan secara simbolis oleh Menteri Transmigrasi Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan program yang bertujuan memperkuat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Ir Tatacipta Dirgantara, M.T. yang secara langsung memberikan dukungan dan semangat kepada seluruh peserta. Dalam sesi wawancara, beliau menyampaikan bahwa keterlibatan ITB dalam Program Ekspedisi Patriot sejalan dengan salah satu misi utama institut, yaitu menghadirkan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat.
“Ini adalah tahun kedua keterlibatan ITB dalam Ekspedisi Patriot ini. Kami melihat program ini sesuai dengan salah satu misi ITB, yaitu ITB harus bisa berdampak pada pembangunan masyarakat,” ujar Prof. Tatacipta.
Beliau juga menegaskan bahwa keikutsertaan sivitas akademika ITB dalam program ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
Selain memberikan dukungan, Prof. Tatacipta juga berpesan kepada seluruh anggota Tim Ekspedisi Patriot ITB untuk senantiasa menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalankan penugasan.
“Selamat untuk semua tim. Jaga kesehatan, jaga keselamatan. Pastikan bahwa kita semua berangkat dengan baik dan kembali dalam keadaan lengkap,” pesannya.
Pelaksanaan Tim Ekspedisi Patriot ITB merupakan inisiasi kolaboratif antara Direktorat Eksekutif Multi Kampus (DEMK) dan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB sebagai bentuk dukungan terhadap program pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, program ini dikoordinasikan oleh Direktur Eksekutif Multi Kampus ITB, Prof. Sri Maryati, S.I.P., M.I.P., bersama Deputi Direktur Pengelolaan Internal Multi Kampus, Shanty Yulianti Rachmat, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., dan Direktur Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) Prof. Dr.-Ing. Ir. Zulfiadi Zulhan, S.T., M.T. Ketiganya mengoordinasikan keseluruhan pelaksanaan program, mulai dari proses seleksi dan persiapan peserta, pembekalan, hingga pendampingan selama masa penugasan di lapangan.
Pada tahun 2026, Tim Ekspedisi Patriot ITB terdiri atas 24 ketua tim yang berasal dari unsur dosen serta 120 anggota yang terdiri atas alumni ITB. Para peserta akan melaksanakan pengabdian masyarakat di lima wilayah penugasan, yaitu Kabupaten Jayapura (Papua), Kota Batam (Kepulauan Riau), Kabupaten Paser (Kalimantan Timur), Kabupaten Bulungan (Kalimantan Utara), dan Kabupaten Barito Kuala (Kalimantan Selatan).
Melalui Program Ekspedisi Patriot, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan kompetensi akademik, mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan.
Keikutsertaan ITB dalam Program Ekspedisi Patriot untuk tahun kedua ini sekaligus menegaskan komitmen institusi dalam memperkuat peran tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Selaras dengan visi dan misinya, ITB terus mendorong sivitas akademika untuk menghadirkan solusi, inovasi, dan kontribusi nyata yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya ITB Berdampak bagi Indonesia.















