DEMK

BANDUNG, multikampus.itb.ac.id – Lebih dari 6.000 pengunjung memadati agenda Titian Karier Terpadu (TKT) ITB April 2026 yang digelar pada Jumat–Sabtu (10–11/4/2026) di Aula Barat dan Aula Timur, ITB Kampus Ganesha. Kegiatan ini diselenggarakan melalui ITB Career Center yang merupakan kolaborasi antara Direktorat Kemahasiswaan serta Direktorat Kealumnian dan Pengembangan Karier.

Agenda rutin ini menjadi bagian dari strategi ITB dalam memfasilitasi transisi mahasiswa dan alumni menuju dunia profesional secara lebih komprehensif, sekaligus memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan industri.

TKT ITB April 2026 menghadirkan 27 perusahaan nasional dan multinasional dari berbagai sektor industri, mulai dari energi, teknologi, keuangan, manufaktur, konsultansi, hingga startup digital.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyatakan bahwa TKT merupakan bagian dari ekosistem pengembangan talenta yang berkelanjutan.

“Titian Karier Terpadu merupakan agenda strategis ITB yang diselenggarakan secara rutin dua kali dalam setahun, sebagai bagian dari komitmen kami dalam memfasilitasi transisi mahasiswa dan alumni menuju dunia profesional,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa karier bukan sekadar tentang mendapatkan pekerjaan, melainkan proses pembelajaran yang terus berkembang.

“Karier bukan hanya tentang mendapatkan pekerjaan, tetapi tentang perjalanan belajar dan kontribusi yang berkelanjutan di tengah perubahan dunia yang sangat cepat,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah transformasi dunia kerja akibat perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan otomasi, kesiapan individu menjadi kunci utama. “Pertanyaan penting bukan hanya pekerjaan apa yang tersedia, tetapi bagaimana kita mempersiapkan diri untuk pekerjaan yang mungkin belum ada hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Kewirausahaan Mahasiswa ITB, Intan Taufik, S.Si., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa TKT April 2026 ini merupakan bagian dari upaya strategis ITB untuk mempererat hubungan antara dunia akademik dan industri.

“Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, kami juga menyediakan informasi bagi pengunjung yang tertarik melanjutkan studi atau upskilling di ITB. Tidak hanya fokus pada pekerjaan, tapi juga pengembangan diri,” katanya.

Ia mengatakan bahwa TKT tahun ini membawa pendekatan baru, yakni bertransisi dari sekadar bursa kerja menjadi ruang persiapan karier yang lebih menyeluruh.

“Kami menghadirkan praktisi industri dan psikolog untuk memberikan gambaran nyata tentang kebutuhan dunia kerja. Harapannya, saat bertemu perusahaan di TKT, para lulusan sudah lebih siap, baik dari sisi CV maupun cara berkomunikasi,” ujarnya.

Selain itu, TKT juga menghadirkan layanan konsultasi karier, mulai dari reviu CV, simulasi wawancara, hingga sesi rekrutmen langsung (on the spot) oleh beberapa perusahaan. Hal ini dirancang untuk menciptakan pengalaman yang lebih interaktif dan aplikatif bagi peserta.

Untuk menjangkau mahasiswa sejak dini, rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan Festival Karier di Lapangan CC Timur ITB yang menghadirkan alumni dan berbagai aktivitas eksploratif.

“Kami ingin mahasiswa mulai terekspos dunia kerja sejak awal. Jadi mereka tidak hanya kuliah untuk mendapatkan gelar, tetapi juga mulai merancang masa depan dan memahami arah karier yang ingin dituju,” kata Intan.

Ia juga menekankan pentingnya perencanaan karier sejak awal masa perkuliahan. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki orientasi masa depan yang jelas agar dapat memanfaatkan peluang selama kuliah.

“Karier seharusnya mulai dirancang sejak masuk kampus. Mahasiswa perlu menentukan ingin menjadi apa, sehingga bisa menyusun pengalaman dan kompetensi yang relevan sejak awal,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hendra Kusuma Sumantri, menyoroti pentingnya kegiatan seperti TKT dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan.

“Di era teknologi tinggi, kita membutuhkan sumber daya manusia yang profesional dan adaptif. Kegiatan seperti ini membuka akses peluang kerja yang lebih luas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa persoalan ketenagakerjaan saat ini semakin kompleks, sehingga diperlukan kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan.

Perempuan sebagai Penggerak Inovasi: ChEFB-InspireFest V.02 Soroti Peran Strategis di Dunia STEM dan Industri
BANDUNG, multikampus.itb.ac.id – Seminar ChEFB-InspireFest V.02 yang mengusung tema “ChE-Woman in Science, Engineering & Enterprise” digelar di Aula Timur, ITB...
Read More →
Tim Mahasiswa Teknik Sipil ITB Raih Prestasi Internasional di NTU Bridge Design Competition 2026, Unggul dalam Efisiensi Struktur
BANDUNG, multikampus.itb.ac.id – Tim mahasiswa Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) menorehkan prestasi di kancah internasional dengan meraih Juara 2...
Read More →