JATINANGOR, multikampus.itb.ac.id — Sejumlah 2.949 mahasiswa baru ITB melaksanakan Kuliah Umum Mata Kuliah Pancasila (WI1101) Semester I Tahun Akademik 2026/2027 pada Jumat, (25/09/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada pukul 14.00–16.30 WIB, berlokasi di K2.9657 (Auditorium) Gedung Kuliah Umum 2, ITB Kampus Jatinangor dan hybrid melalui Zoom Meeting.
Kuliah umum tersebut merupakan agenda wajib bagi seluruh mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Pancasila pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Bertemakan “Pancasila sebagai Arah Pembangunan Nasional”, kegiatan kuliah umum menghadirkan Kepala SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Mayjen TNI M. Mahbub Junaedi, S.Sos., M.I.P., M.Han. sebagai narasumber.
Acara diawali dengan sambutan Ade Engkus Kusnadi S.Pd, M.P d. selaku Koordinator Mata Kuliah Pancasila. Sebagai pembuka kegiatan kuliah umum, Prof. Dr. Fatimah Arofiati Noor, S.Si., M.Si. selaku Direktur Direktorat Persiapan Bersama (DITSAMA) ITB memberikan sambutan antusiasnya terhadap relevansi kuliah umum dengan inovasi yang kelak akan dibangun oleh generasi masa depan.
“Betul, bahwa ilmu akan memberikan kita kemampuan untuk melakukan sesuatu. Tapi ingat, nilai-nilai Pancasila akan memberikan kita arah untuk apa ilmu & kemampuan itu dipergunakan,” sebutnya sebelum membuka kegiatan.
Dalam sesi pematerian, Mayjen TNI M. Mahbub Junaedi, S.Sos., M.I.P., M.Han. menyampaikan bahwa Pancasila menjadi landasan untuk sebaik-baiknya kebijakan dan pola berpikir kritis yang harus dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia, terutama para pemimpin bangsa.
Menurutnya, dalam memahami Pancasila sebaiknya melalui interpretasi mendalam dan memahami pengaplikasiannya dalam kebijakan publik, mulai perencanaan hingga evaluasi, dengan mempertimbangkan sektor kearifan lokal dan kebutuhan pembangunan nasional. Beliau juga menekankan bahwa mahasiswa perlu membangun perspektif objektif dan berdasarkan kajian ilmiah dalam memahami situasi yang dihadapi oleh masyarakat saat ini.
“Anda di sini harus bertanya tentang nilai-nilai Pancasila, ‘Kalau suatu saat saya diberikan kekuasaan ataupun kewenangan, saya taruh di mana Pancasila?’” ujarnya.
Rangkaian kegiatan mencakup pembacaan komitmen nilai mahasiswa ITB, pematerian oleh narasumber, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab serta pemberian doorprize bagi penanya selama kegiatan berlangsung. Kegiatan Kuliah Umum ini menjadi bagian wajib dalam kurikulum Pancasila untuk penguatan karakter kebangsaan. Harapannya, kegiatan ini dapat mendorong mahasiswa untuk kelak menjawab tantangan pembangunan yang dihadapi oleh masyarakat melalui realisasi nilai-nilai Pancasila melalui berbagai bidang keilmuan.