Skip to main content

DEMK

BANDUNG, multikampus.itb.ac.id – Dua mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam tim TIMah Primer, A. Zaky Aditya, dan Wenny Yusvicka, meraih pendanaan program Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia Student Research Funding 2025. Dalam acara ini, TIMah Primer mengangkat penelitian berjudul “Geochemical Evolution of Klabat Granite and Its Implications for Sn-REE Enrichment: A Case Study from Greisen-Type Primary Tin Deposits in Pangkalan Baru, Bangka Island” dan lolos menjadi salah satu tim terpilih pada Rabu (4/3/2026).

Program hibah riset yang digelar Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) ini bertujuan mendorong munculnya penelitian berkualitas dari generasi muda sekaligus memperkuat kapasitas akademik dan teknis mahasiswa di bidang geosains. Nantinya, setiap tim terpilih akan mendapat dana penelitian hingga Rp50 juta untuk menjalankan proyeknya selama enam bulan.

Melalui proses yang cukup panjang dan kompetitif, tim ini terpilih dari 15 proposal terbaik untuk dilakukan evaluasi lanjutan hingga pengumuman penerima hibah.

“Setelah terpilih, kami meneliti selama enam bulan dengan beberapa milestone seperti progress report, presentasi di MGEI Annual Convention, hingga presentasi akhir pada 4 Maret 2026,” ujar A. Zaky Aditya.

Riset yang dilakukan di area Izin Usaha Pertambangan milik PT Timah Tbk, Pangkalan Baru, Pulau Bangka ini meneliti bagaimana proses geologi dan geokimia mengontrol terbentuknya mineralisasi timah dan REE di Pulau Bangka. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemetaan zona alterasi hidrotermal, analisis struktur geologi pengontrol fluida, serta identifikasi tahapan mineralisasi. Selain itu, penelitian ini mengkaji distribusi REE yang menunjukkan karakteristik granit tipe-S yang sangat terfraksinasi.

Dari hasil penelitian tersebut, tim berhasil mengembangkan model struktural-hidrotermal untuk mineralisasi Sn-REE yang diharapkan dapat menjadi acuan dalam strategi eksplorasi di masa mendatang. Pemahaman ini dinilai penting untuk mendukung efisiensi pencarian cadangan baru, khususnya pada endapan timah primer di Indonesia.

Meski demikian, perjalanan penelitian tidak lepas dari berbagai tantangan seperti manajemen waktu antara kegiatan akademik dan penelitian. Selain itu, pelaksanaan penelitian di area tambang aktif menuntut kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lapangan yang dinamis. Namun, pengalaman tersebut justru memberikan pembelajaran berharga yang tidak diperoleh di bangku kuliah.

Melalui program ini, tim mengaku memperoleh banyak pengalaman, mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian lapangan, analisis data geokimia, hingga presentasi di hadapan para profesional industri.

Mereka membagikan sejumlah tip untuk mengikuti kompetisi serupa, seperti pentingnya relevansi topik penelitian dengan kebutuhan industri, metodologi yang kuat, serta kesiapan dalam menghadapi sesi wawancara.

“Harapannya, semoga semakin banyak mahasiswa Indonesia yang berani terjun ke dunia penelitian sejak dini, karena dari situlah lahir inovasi yang bisa membawa Indonesia bersaing di tingkat regional maupun global, terutama di sektor sumber daya alam yang menjadi salah satu kekuatan terbesar negeri ini,” tuturnya.

Mahasiswa ITB Kembangkan AI untuk Percepat Eksplorasi Mineral, Raih Juara 1 Nasional ANTAM Hackathon 2026
MALANG, multikampus.itb.ac.id — Empat mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih Juara 1 ANTAM Hackathon 2026 melalui KUWERA (Knowledge-driven Unified Workbench...
Read More →
Voyage 2026, Mahasiswa Teknik Fisika ITB Ajak Publik Memulai Perubahan lewat Inovasi
BANDUNG, multikampus.itb.ac.id — Mahasiswa Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2025 menyelenggarakan pameran karya Voyage 2026 di Lapangan Cinta,...
Read More →