Skip to main content

DEMK

KABUPATEN JAYAPURA, multikampus.itb.ac.id – Tim Patriot Kluster Kesehatan Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan edukasi kesehatan dan sosialisasi platform digital Lerehfarma.id kepada siswa SMKN 4 Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung akses informasi kesehatan masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan di laboratorium SMKN 4 Yapsi sebagai bagian dari program kesehatan Tim Ekspedisi Patriot di kawasan transmigrasi Lereh, Distrik Yapsi. Program tersebut disusun berdasarkan hasil pemetaan dan observasi kondisi kesehatan masyarakat di sejumlah satuan permukiman dan kampung di wilayah Yapsi.

Hasil pemetaan menunjukkan pentingnya penguatan akses terhadap informasi layanan kesehatan, obat-obatan, edukasi kesehatan, hingga kanal penyampaian laporan dan keluhan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar diperkenalkannya Lerehfarma.id sebagai gagasan layanan kesehatan berbasis digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat Yapsi.

Sesi edukasi diawali dengan sambutan Kepala Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMKN 4 Yapsi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya peningkatan kesadaran kesehatan bagi siswa, khususnya di wilayah Papua yang masih menghadapi berbagai persoalan kesehatan.

Materi utama disampaikan Dr. Muhammad Yudhistira Azis, M.Si., dosen FMIPA ITB sekaligus Ketua Kluster Kesehatan Tim Ekspedisi Patriot ITB di Distrik Yapsi dari Kementerian Transmigrasi 2026.

Yudhistira memaparkan sejumlah temuan dari hasil survei dan observasi lapangan, mulai dari kondisi layanan kesehatan, akses terhadap obat-obatan, ketersediaan air bersih, transportasi, literasi kesehatan digital, hingga sejumlah persoalan kesehatan yang menjadi perhatian di wilayah tersebut.

“Ada berbagai isu kesehatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti malaria, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), kudis atau skabies, pencegahan HIV/AIDS pada remaja, serta pentingnya menjaga kebersihan diri,” jelasnya.

Belajar Memeriksa pH Air
Selain mendapatkan materi kesehatan, para siswa juga mengikuti praktik sederhana mengenai kualitas air. Tim menjelaskan pentingnya penggunaan air bersih serta memperkenalkan cara melakukan pemeriksaan pH air minum secara sederhana.

Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memahami bahwa kualitas air merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan.

Mengenal Lerehfarma.id
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan Lerehfarma.id, sebuah gagasan layanan kesehatan digital yang dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh informasi kesehatan dengan lebih mudah.

Melalui demonstrasi, siswa diperkenalkan pada berbagai fitur yang mencakup informasi fasilitas kesehatan, informasi obat, materi edukasi kesehatan, penyampaian laporan atau keluhan, serta informasi mengenai penyakit. Para siswa mengikuti sesi tersebut dengan antusias dan diharapkan dapat turut menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan sekitar.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 4 Yapsi, Nunung Hidayah, S.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut. “Edukasi kesehatan penting diberikan kepada siswa karena masih terdapat keterbatasan informasi mengenai kesehatan di lingkungan mereka,” ujarnya.

Ia juga menilai kegiatan tersebut menarik karena mengintegrasikan pengetahuan kesehatan dengan sains dan teknologi, termasuk pemanfaatan teknologi jaringan. Kehadiran Lerehfarma.id diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi kesehatan secara lebih luas, tidak hanya terkait penyakit endemis, tetapi juga berbagai penyakit serius lainnya.

Membuka Wawasan tentang Pendidikan Tinggi

Selain edukasi kesehatan, kegiatan juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan pendidikan tinggi kepada siswa SMKN 4 Yapsi. Tim memberikan informasi mengenai pendidikan sarjana di ITB untuk membuka wawasan siswa mengenai pilihan pendidikan setelah menyelesaikan sekolah menengah.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat serta buku 105 Spektra in Harmonia dari alumni ITB. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan edukasi kesehatan, akses informasi, pemanfaatan teknologi digital, dan pendidikan untuk mendukung pengembangan masyarakat di Yapsi.

Atas terlaksananya kegiatan tersebut, Tim Patriot Kluster Kesehatan ITB menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan program, yakni Tim Ekspedisi Patriot Kawasan Transmigrasi Lereh, DPMK ITB, Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, FMIPA ITB, Laboratorium Kimia Analitik FMIPA ITB, Jurusan Sistem Informasi FMIPA Universitas Cenderawasih, serta Universitas Pertahanan RI, khususnya Dekan Unhan Prof. Henry Setiyanto dan Wakil Dekan Akademik Fakultas Teknik Brigjen Kopasus Wawan Subarjo.

Dukungan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam menghadirkan edukasi serta inovasi yang relevan dengan kebutuhan wilayah, khususnya dalam meningkatkan literasi kesehatan dan akses informasi bagi masyarakat Yapsi.